Saya, situ, semua pasti sudah tau kalo UI (Unipersitas Indonesa), UGM (Unipersitas Gajah Mada), dan ITB (Intitut Teknologi Bandung)
adalah beberapa contoh perguruan tinggi negeri tertua, terbesar, dan
tercanggih di Indonesa. Sebagai perguruan tinggi yang menjadi tolak ukur
pendidikan serta kercedasan negeri ini, tidak sedikit almamater yang
dihasilkannya menempati posisi penting sebage pegawai pemerintahan (PNS / BUMN)
bahkan ada yang sampe menjadi penasehat presiden, penasehat mentri
atopun mentri itu sendiri. Jadi. Dengan kata laen, perguruan tinggi
tersebut adalah pencetak homo sapiens-homo sapiens ‘penguasa’ negeri
inih. Sampe disinih situh semua setuju dengan sayah?
Oke sekarang lanjut…
Oke sekarang lanjut…
Nah. Sekarang saatnya maen korelasi sambung-sambungan…Jika dihubung-hubungkan antara paragrap pertama dengan kasus korupsi yang terjadi di sektor pemerintahan, perguruan tinggi-perguruan tinggi tersebut bisa ditanyai pertanggung jawabannya tentang alumnus yang sekarang ini duduk manis di kursi Pemerintahan. Sampe sejauh mana moralitas EQ maupun IQ sivitas akademika perguruan tinggi tersebut? Apa iya universitas sekelas UI, ITB, atopun UGM bisa diartikan sebage ladang pencetak bibit koruptor terbaek se-Indonesa?
Sebage catatan. Tidak semua alumni UI, UGM, maupun ITB adalah manusia seperti yang udah saya sangka diatas. Tapi jika ada yang ngamuk-ngamuk gak karuan karena ini, saya jadi curiga kalo anda adalah salah satu tersangka kasus korupsi yang bersikap anti korupsi tapi ternyata…, ah sayah ndak mau menuduh lebih lanjut. Silahkan bercermin pada diri anda sendiri, kalo gitu.